CONTOH SKRIPSI NUSA MANDIRI 2020 : Komparasi Metode TOPSIS dan Weighted Product Dalam Menentukan Maskapai Terbaik Pada PT Jata Karunia Indonesia


Pendahuluan

Perkembangan industri penerbangan yang semakin pesat menuntut perusahaan jasa perjalanan dan agen tiket untuk mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan objektif. Persaingan antar maskapai penerbangan tidak hanya terletak pada harga tiket, tetapi juga pada kualitas layanan, ketepatan waktu, kenyamanan, serta keamanan penerbangan. Kondisi tersebut membuat perusahaan perlu memiliki metode yang sistematis dalam menentukan maskapai terbaik yang akan direkomendasikan kepada pelanggan.

PT Jata Karunia Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa perjalanan dan penjualan tiket penerbangan dihadapkan pada permasalahan pemilihan maskapai terbaik dari berbagai alternatif yang tersedia. Proses pemilihan yang dilakukan secara manual dan subjektif berpotensi menimbulkan ketidaktepatan dalam pengambilan keputusan, sehingga diperlukan sebuah sistem pendukung keputusan yang mampu memberikan hasil yang objektif dan terukur.

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan solusi yang dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dengan mempertimbangkan berbagai kriteria yang relevan. Dalam penelitian ini, digunakan dua metode pengambilan keputusan multikriteria, yaitu Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dan Weighted Product (WP). Kedua metode tersebut dibandingkan untuk mengetahui metode yang paling efektif dalam menentukan maskapai terbaik pada PT Jata Karunia Indonesia.

Latar Belakang Masalah

Pemilihan maskapai terbaik merupakan keputusan strategis yang berdampak langsung pada kepuasan pelanggan dan reputasi perusahaan. Setiap maskapai memiliki kelebihan dan kekurangan berdasarkan kriteria tertentu, seperti harga tiket, ketepatan waktu, kualitas pelayanan, keamanan, dan kenyamanan.

Tanpa adanya metode yang terstruktur, penilaian terhadap maskapai cenderung bersifat subjektif dan tidak konsisten. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan ilmiah melalui penerapan metode SPK yang mampu mengolah data kriteria secara matematis dan menghasilkan rekomendasi yang objektif. Metode TOPSIS dan Weighted Product dipilih karena keduanya sering digunakan dalam pengambilan keputusan multikriteria dan memiliki karakteristik perhitungan yang berbeda.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini antara lain:
  1. Bagaimana penerapan metode TOPSIS dalam menentukan maskapai terbaik pada PT Jata Karunia Indonesia?
  2. Bagaimana penerapan metode Weighted Product dalam menentukan maskapai terbaik pada PT Jata Karunia Indonesia?
  3. Metode manakah yang menghasilkan keputusan paling optimal berdasarkan hasil perbandingan?

Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah:
  1. Menerapkan metode TOPSIS dalam sistem pendukung keputusan pemilihan maskapai terbaik
  2. Menerapkan metode Weighted Product dalam sistem pendukung keputusan pemilihan maskapai terbaik
  3. Membandingkan hasil perhitungan kedua metode untuk mengetahui metode yang paling efektif

Tinjauan Pustaka

Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan merupakan sistem berbasis komputer yang digunakan untuk membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah semi-terstruktur atau tidak terstruktur. SPK menggabungkan data, model, dan antarmuka pengguna untuk menghasilkan informasi yang mendukung proses pengambilan keputusan.

Metode TOPSIS

TOPSIS adalah metode pengambilan keputusan multikriteria yang didasarkan pada konsep bahwa alternatif terbaik adalah alternatif yang memiliki jarak terdekat dengan solusi ideal positif dan jarak terjauh dari solusi ideal negatif. Metode ini mempertimbangkan bobot setiap kriteria dan nilai preferensi dari setiap alternatif.

Langkah-langkah metode TOPSIS meliputi:

  1. Menentukan matriks keputusan
  2. Normalisasi matriks keputusan
  3. Pembobotan matriks ternormalisasi
  4. Menentukan solusi ideal positif dan negatif
  5. Menghitung jarak setiap alternatif
  6. Menentukan nilai preferensi

Metode Weighted Product

Weighted Product merupakan metode pengambilan keputusan multikriteria yang menggunakan perkalian untuk menghubungkan nilai atribut, di mana setiap nilai atribut dipangkatkan dengan bobot kriteria yang bersangkutan. Metode ini menekankan pada perbandingan rasio antar alternatif.

Langkah-langkah metode Weighted Product antara lain:
  1. Menentukan kriteria dan bobot
  2. Normalisasi bobot
  3. Menghitung vektor S
  4. Menghitung vektor V
  5. Menentukan peringkat alternatif

Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada PT Jata Karunia Indonesia. Data yang digunakan meliputi data kriteria penilaian maskapai dan nilai alternatif maskapai berdasarkan setiap kriteria.

Kriteria yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
  1. Harga tiket
  2. Ketepatan waktu
  3. Kualitas pelayanan
  4. Kenyamanan
  5. Keamanan
Setiap kriteria diberikan bobot sesuai tingkat kepentingannya, kemudian dihitung menggunakan metode TOPSIS dan Weighted Product untuk menghasilkan peringkat maskapai.

Hasil dan Pembahasan

Penerapan Metode TOPSIS

Hasil perhitungan dengan metode TOPSIS menghasilkan nilai preferensi untuk setiap maskapai. Maskapai dengan nilai preferensi tertinggi dianggap sebagai alternatif terbaik karena memiliki jarak terdekat dengan solusi ideal positif.

Metode TOPSIS memberikan hasil yang cukup intuitif karena mempertimbangkan kedekatan alternatif terhadap kondisi ideal dan terburuk secara bersamaan.

Penerapan Metode Weighted Product

Pada metode Weighted Product, hasil perhitungan diperoleh dari nilai vektor preferensi yang dihasilkan melalui perkalian nilai kriteria yang telah dipangkatkan dengan bobotnya. Maskapai dengan nilai vektor tertinggi menempati peringkat pertama.

Metode ini sensitif terhadap perubahan bobot dan nilai kriteria, sehingga sangat bergantung pada ketepatan penentuan bobot.

Perbandingan Metode TOPSIS dan Weighted Product

Berdasarkan hasil perhitungan, kedua metode menghasilkan peringkat maskapai yang relatif mirip, namun terdapat perbedaan pada urutan peringkat tertentu. Metode TOPSIS lebih mudah dipahami dalam interpretasi hasil, sedangkan metode Weighted Product lebih sederhana dari sisi perhitungan matematis.

Dari hasil analisis, metode TOPSIS dinilai lebih stabil dan representatif dalam kasus pemilihan maskapai terbaik pada PT Jata Karunia Indonesia.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa:
  1. Metode TOPSIS dan Weighted Product dapat diterapkan dalam menentukan maskapai terbaik
  2. Kedua metode mampu menghasilkan rekomendasi yang objektif
  3. Metode TOPSIS memberikan hasil yang lebih optimal dan mudah diinterpretasikan

Saran

Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan sistem pendukung keputusan berbasis web atau mobile serta menambahkan kriteria lain agar hasil yang diperoleh semakin akurat.

Untuk membantu mahasiswa dalam memahami penulisan dan struktur skripsi, penulis telah menyiapkan contoh skripsi lengkap dengan judul “Komparasi Metode TOPSIS dan Weighted Product dalam Menentukan Maskapai Terbaik”. Contoh skripsi ini dapat dijadikan referensi dalam menyusun skripsi dengan metode SPK.

Silakan mengunduh contoh skripsi yang telah penulis sediakan sebagai bahan referensi akademik. Gunakan secara bijak sebagai panduan, bukan untuk disalin secara langsung.

Tema yang saya buat tentang penilaian Maskapai Terbaik, dan tema ini merupakan tema yang sangat jarang ditemukan di internet, sehinggan saat penyusunan skripsi ini saya banyak menemukan kesulitan, terutama referensi jurnal dan lain-lain.

Judul yang saya ajukan yaitu "Komparasi Metode TOPSIS dan Weighted Product Dalam Menentukan Maskapai Terbaik Pada PT Jata Karunia Indonesia".

Kenapa saya mengambil judul ini, karena saya menemukan beberapa kekurangan di tempat saya melalukan riset, yaitu tidak saya temukan acuan tentang urutan dan pilihan maskapai terbaik yang akan diajukan ke konsumen saat reservasi tiket, sehingga bagi staff ticketing yang minim pengalaman atau masih baru yang menangani konsumen tersebut akan menemui kesulitan, karena tiap rute yang ditawarkan sudah dipastikan dilayani oleh beberapa maskapai.

Dalam penyusunan skripsi ini saya menggunakan 2 metode analisa yaitu Metode SPK TOPSIS dan Weighted Product,  yang hasil dari kedua perhitungan tersebut saya komparasi, apakah dari dua metode tersebut menghasilkan urutan yang sama atau tidak.

Harapan saya semoga tulisan ini dapat memberikan inspirasi bagi adik-adik kelas saya yang sedang menyusun skripsi dan masih bingung tema apa yang akan dibawakan, mungkin juga bisa menginspirasi para mahasiswa yang akan menyusun skirpsi, untuk mengkombinasikan dengan metode-metode lain.

Daftar Pustaka

  1. Kusrini. (2007). Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Andi.
  2. Turban, E., Sharda, R., & Delen, D. (2011). Decision Support and Business Intelligence Systems. Pearson.
  3. Hwang, C. L., & Yoon, K. (1981). Multiple Attribute Decision Making. Springer.
  4. Suryadi, K., & Ramdhani, M. A. (2012). Sistem Pendukung Keputusan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
  5. Nofriansyah, D. (2014). Konsep Data Mining vs Sistem Pendukung Keputusan. Yogyakarta: Deepublish.s

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH PERANCANGAN WEB : Konsep, Prinsip Desain, dan Tahapan Pembangunan Website

MAKALAH WEB PROGRAMMING 1 : Konsep Dasar, Teknologi, dan Implementasi Pengembangan Website

MAKALAH WEB PROGRAMMING 2 : Konsep, Teknologi, dan Penerapan dalam Pengembangan Aplikasi Web